Kolam Renang Tirto Arum Baru

Agro Wisata Tirto Arum Baru Kendal

Sebuah Oase di Jalur Pantura, Wisata Agro Tirto Arum Baru berada di Jl. Soekarno Hatta KM 2,7 Kota Kendal [tepi jalan raya Semarang - Jakarta] sekitar 30 Km atau 45 menit dari Kota Semarang ini menawarkan relaksasi dari kepenatan dari rutinitas kerja sehari-hari.

Tirto Arum Baru dilengkapi dengan kolam renang ukuran besar, resto dengan lesehan-lesehannya, tempat pemancingan, hotel dengan kelengkapan kamar barak untuk group, fasilitas outbound termasuk rakit, wahana permainan di sawah berlumpur, flying fox, arena futsal dan bola volli, ruang pertemuan terbuka dan tertutup, arena atv, kebun binatang mini dan juga jalan pijat refleksi.

Curug Semawur

Wisata alam yang memiliki air terjun bertingkat delapan ini, airnya jernih dan tidak pernah kering di musim kemarau. Pada tingkat pertama air mempunyai ketinggian sekitar 25 meter, dan tingkat kedua berketinggian 50 meter.’’

Dari dasar lembah, hanya tiga tingkat air terjun yang bisa dilihat dengan mata. Untuk menuju ke objek wisata yang berketinggian sekitar 1.300 di atas permukaan laut tersebut, wisatawan bisa menginap di rumah-rumah warga Dusun Jiwan atau home stay.

Dari dusun ini, wisatawan menempuh perjalanan kaki selama 1,5 jam menuju ke lokasi Curug Semawur. Sepanjang perjalanan kaki, akan disuguhi pemandangan alam yang cantik, antara lain hamparan perkebunan kopi, aliran sungai kecil berair jernih, dan gunung-gunung kecil yang menghijau.

Makam Pangeran Benowo

Makam Pangeran Benowo terletak di Desa Pekuncen Kecamatan Peganon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Makam Pangeran Benowo dengan panjang 15 m, lebar 15 m, tinggi 9 m, luas bangunan 2,5 Ha, luas tanah 225 m2 terbuat dari batu dengan tahun pendirian / pembuatan 1589 masehi berfungsi makam dan untuk ziarah.

Pangeran Benowo adalah Putra dari Joko Tingkir, penyebab kepergian ke Pakuncen karena tidak mau dijadikan Bupati Demak, kemudian pergi ke Gua Kukulan untuk bertapa. Kemudian mendirikan Masjid dan menyiarkan Agama Islam dan beliau wafat serta di makam dibelakang Masjid Pekuncen Kecamatan Peganon Kabupaten Kendal Propinsi Jawa Tengah.

Makam ini biasa dikunjungi para peziarah pada setiap malam Jum’at khususnya malam Jum’at Kliwon dan Khol dilaksanakan hari Kamis Wage malam Jum’at Kliwon pada setiap bulan Muharam (Suro).

Makam Kyai Mandurorejo

Terletak di Protowetan Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dengan ukuran panjang 10 m, lebar 8 m, tinggi 4,5 m, luas bangunan 180 m2, luas tanah 229 m2 terbuat dari batu dan kayu, dengan tahun pendirian 1665 masehi dan direnovasi 21 Agustus 2003 berfungsi sebagai makam dan tempat ziarah.

Beliau adalah putra ke 3 dari Kyai Ageng Mataram, sebagai Bupati Pekalongan, utusan dari ayahandanya untuk menyerang Batavia dan kalah karena tidak diperkenankan pulang ke Mataram dan berdiam di Kaliwungu sambil menyebarkan Agama Islam di Kabupaten Kaliwungu.

Makam Sunan Bromo di Boja

Makam Sunan Bromo terletak di Desa Bebengan Kecamatan Boja Kabuapten Kendal, Jawa Tengah. Dengan ukuran panjang 220 cm, lebar 98 cm, tinggi 65 cm, terbuat dari bahan keramik. berfungsi makam dan ziarah.

Sunan Bromo berasal dari Cirebon, pada awalnya ayah dari Sunan ditugasi oleh Wali Songo untuk mengislamkan daerah Banyubiru dan kemudian dia mengutus putranya yaitu Sunan Bromo.  Berangkatlah Sunan Bromo menunaikan tugasnya, setelah usai kemudian dia membuat Padephokan di Bebengan dan merupakan cikal bakal bubak alas DEsa Bebengan, hingga wafat dan meninggalkan beberapa peninggalan benda pusaka sebagai sarana penyembuh berbagai penyakit dan sampai saat ini benda-benda tersebut masih terpelihara dengan baik oleh Juru Kunci Makam (Mbah Sumarno).